Alumni Nakasone

Dosen Bicara tentang 40 Tahun KAPPIJA21: Kuat Bersama, Siap Hadapi Masa Depan

Keluarga Alumni KAPPIJA21 kini memasuki fase kebangkitan strategis setelah 40 tahun kiprahnya. Di tengah mandat baru untuk menjadi jaringan strategis, nilai-nilai persahabatan tetap menjadi DNA organisasi. Dimensi inilah yang paling disaksikan para dosen, tentang bagaimana jejaring dan pembelajaran hidup tumbuh alami di antara alumni

Erwin, testimoni Dosen, RLF ke 29 kappija21Erwin Teguh Arujisaputra: Belajar Bersyukur dari Kehidupan

Bagi Asst. Prof. Erwin Teguh Arujisaputra, A.Md.Kom., S.T., M.T. dari Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), kesan pertama mengikuti kegiatan ini terasa sangat mengasyikkan. Beragam latar belakang peserta menjadikan suasana forum hidup dan penuh energi positif.

Testimoni Dosen

Namun, momen yang paling membekas justru hadir saat kunjungan ke RS Menur, Surabaya.

“Di sana kami banyak belajar tentang kehidupan. Rasa bersyukur dengan keadaan diri sendiri itu otomatis bertambah,” ujarnya.

Ia juga merasakan interaksi antarpeserta berlangsung cair dan apa adanya. Dari seluruh rangkaian kegiatan, satu pelajaran penting ia bawa pulang: dunia ini sangat luas dan beragam.

Ke depan, ia berharap suasana kebersamaan ini terus diperkuat dengan aktivitas sederhana yang membuat peserta semakin akrab.

Roni, Dosen Kwik Kian GieRonnie Togar Mulia Sirait: Persahabatan yang Membuka Kolaborasi

Dr. Ronnie Togar Mulia Sirait, S.E., M.M. dari Institut Bisnis & Informatika Kwik Kian Gie merasakan kehangatan sejak awal kegiatan. Hampir semua agenda, menurutnya, memberi nilai dan manfaat nyata, terutama dalam memperluas jejaring persahabatan dan akademik.

“Setiap pertemuan adalah kesempatan untuk saling sapa dan berbagi pengalaman. Jaringan akademisi bertambah, dan peluang kolaborasi riset terbuka ke depan,” tuturnya.

Dari banyak agenda, Gala Dinner menjadi momen paling berkesan. Para peserta mengenakan pakaian daerah dan busana khas negaranya masing-masing, lalu saling menampilkan seni dan budaya.

“Berbeda latar belakang, tetapi terasa sangat dekat,” katanya.

Ia menilai interaksi antara mahasiswa, dosen, alumni, dan pengurus berjalan hangat, komunikatif, dan saling menghargai. Ke depan, ia mendorong agar kegiatan serupa melibatkan lebih banyak pihak dan dilengkapi dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang lebih terarah.

Bram Bravo: Menemukan Jejaring Baru

Bagi Bram Bravo dari IBI Kwik Kian Gie, kegiatan ini terasa sederhana namun bermakna. Kesannya singkat: seru. Manfaat terbesarnya adalah kesempatan berinteraksi dengan orang-orang baru, khususnya peserta dari luar negeri.

“Relasi dan networking baru,” itulah insight utama yang ia bawa pulang.

Ia menilai suasana interaksi selama kegiatan berlangsung baik dan terbuka. Ke depan, Bram berharap KAPPIJA21 juga dapat menjadi ruang berbagi informasi tentang peluang beasiswa, baik bagi mahasiswa maupun dosen yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

Kamilah Sa'diah, SE., M.AkKamilah Sa’diah: Perjalanan yang Terasa Dekat karena Persahabatan

Sementara itu, Kamilah Sa’diah, SE., M.Ak dari Universitas Binaniaga Indonesia merasakan suasana yang sangat personal. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan kembali dengan sesama dosen, panitia, alumni, dan peserta yang sebelumnya pernah berbagi pengalaman serupa.

Momen paling hangat justru hadir di sela perjalanan.

“Saling bercerita, bernyanyi, makan dan ngemil bersama. Perjalanan jauh jadi tidak terasa, capek pun hilang karena keceriaan,” kenangnya.

Dalam konteks akademik, ia menilai kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) langsung di lapangan memperkaya perspektif dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kompetisi mahasiswa juga menjadi sarana penting untuk menumbuhkan kepemimpinan generasi muda.

Yang paling terasa baginya adalah suasana kesetaraan dan saling menghargai.

“Tidak ada jarak. Semua berbagi pengalaman. Suasana seperti ini yang kita butuhkan,” ujarnya.

Ia berharap ke depan kegiatan KAPPIJA21 diarahkan pada program berkelanjutan, seperti kolaborasi pengabdian masyarakat, riset bersama, dan forum diskusi kepemimpinan bagi generasi muda.

Persahabatan sebagai Energi Bersama

kappija21, rumah kita bersamaRangkaian peringatan 40 Tahun KAPPIJA21 yang berlangsung pada 4–7 Desember 2025 di Surabaya, Probolinggo, dan Bromo memang sarat agenda strategis—dari penguatan kemitraan ASEAN–Jepang, isu kepemimpinan dan kecerdasan buatan, hingga kepedulian sosial dan lingkungan.

Namun, dari suara para dosen, satu hal menjadi benang merah yang menyatukan semuanya: persahabatan. Persahabatan yang membuat forum terasa hangat, membuka jejaring dan kolaborasi, serta menumbuhkan kepemimpinan yang lebih membumi dan manusiawi.

Di situlah kekuatan KAPPIJA21 selama empat dekade—dan modal penting untuk melangkah ke masa depan. (humas Kappija21)

https://kappija21.org

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Alumni Nakasone