KAPPIJA21 — Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21

Empat Dekade Persahabatan, 4.200+ Alumni, Satu Ikatan Pemimpin
Lebih dari empat puluh tahun, sebuah jejaring alumni Indonesia tumbuh, terhubung, dan terus beradaptasi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang—diplomat, birokrat, akademisi, pengusaha, profesional, jurnalis—dan dihubungkan oleh satu pengalaman transformatif: pernah menjadi bagian dari Nakasone Programme.
Program pertukaran generasi muda ini, dirintis oleh Perdana Menteri Jepang Yasuhiro Nakasone pada 1984, dirancang untuk mempererat persahabatan antara Jepang dan negara-negara ASEAN. Para peserta tidak hanya belajar tentang kemajuan teknologi Jepang, tetapi juga mengenal kehidupan sehari-hari, budaya, keluarga, pendidikan, dan lingkungan kerja. Mereka membawa pulang nilai-nilai seperti disiplin, integritas, tanggung jawab, dan kerja sama—nilai yang kemudian membentuk perjalanan profesional mereka di Indonesia.
Jaringan alumni itulah yang dikenal sebagai KAPPIJA21—Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21. Bukan sekadar daftar nama, melainkan jejaring manusia yang dibangun dari pengalaman bersama, persahabatan, kepercayaan, dan komitmen untuk terus berkontribusi.


Nakasone Programme bukan sekadar program pertukaran konvensional. Untuk sebagian besar alumninya, program ini menjadi pengalaman yang membentuk cara pandang terhadap kepemimpinan, kehidupan, pekerjaan, dan relasi antarmanusia.
Peserta dipilih dari berbagai sektor—pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, media, teknologi, pertanian. Selama berada di Jepang, mereka tidak hanya mengikuti kegiatan resmi. Mereka tinggal bersama keluarga lokal, berinteraksi langsung dengan masyarakat, mengikuti kegiatan akademik dan sosial, serta membangun persahabatan yang sebagian besar bertahan hingga hari ini.
Pengalaman mendalam ini menciptakan ikatan yang lebih dari sekadar hubungan alumni—sebuah persahabatan lintas budaya yang menjadi fondasi KAPPIJA21.
Di balik angka 4.200+ alumni terdapat ribuan cerita dan perjalanan kehidupan. Ada yang mengabdi di pemerintahan, membangun bisnis, mengajar di universitas, bekerja di media, mengembangkan teknologi, atau berkontribusi melalui kegiatan sosial.
Keragaman ini justru menjadi kekuatan KAPPIJA21. Seorang birokrat dapat bertukar gagasan dengan akademisi. Seorang dokter dapat membangun jejaring dengan pengusaha. Seorang profesional muda dapat belajar dari senior yang telah puluhan tahun mengabdi.
Kedekatan tersebut tercermin dalam cara mereka saling menyapa. Laki-laki dipanggil Abang, sementara perempuan dipanggil Kakak—sederhana, namun menunjukkan hubungan lebih dari sekadar alumni. Ini adalah ikatan persahabatan yang terbangun sejak pertemuan pertama mereka di Jepang.
KAPPIJA21 memandang alumninya sebagai lebih dari individu-individu sukses. Mereka adalah jejaring dengan pengalaman internasional, kompetensi profesional, dan potensi kolaborasi yang luar biasa.
Di antara para alumni terdapat mereka yang memegang tanggung jawab penting di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, media, dan sektor pembangunan lainnya. Potensi ini menjadi dasar untuk memperkuat jejaring sambil memperluas manfaatnya bagi generasi berikutnya.
Dalam periode kepengurusan 2026–2029 di bawah kepemimpinan Dr. Sjahriati Rochmah, M.Hum., LL.M., KAPPIJA21 membawa semangat baru untuk:
Pengalaman yang diperoleh para alumni puluhan tahun lalu tidak berhenti sebagai kenangan, melainkan terus diteruskan menjadi pengetahuan, jejaring, inspirasi, dan kontribusi nyata.
Memasuki 2026, KAPPIJA21 menyelenggarakan International Youth and Leadership Academy (IYLA) dan National Leader Forum (NLF) 2026 pada 26–29 November 2026 di Bandung, Jawa Barat. Kedua program ini bersatu dalam semangat "Today's Heroes, Tomorrow's Global Leaders".
IYLA mengusung tagline "Shaping Future Leaders Through Youth Global Synergy and Collaboration", sementara NLF menyapa generasinya lewat "NextGen Leaders Summit 2026."
Pembicara dan mentor adalah para tokoh yang bergerak langsung di jalur diplomasi dan kebijakan publik: Yudil Chatim (mantan Atase Pendidikan RI), Muhammad Arief (Danantara, mantan World Bank), Wening Esthyprobo (mantan Duta Besar RI), Busyro (Duta Besar RI), dan lainnya.
Selama empat hari di Bandung, peserta akan mengikuti seminar, diskusi panel, kunjungan ke Museum Konferensi Asia Afrika, dan terutama—kegiatan sosial bersama penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak yatim. Kepemimpinan bukan hanya visi besar, melainkan kepedulian nyata terhadap masyarakat.
Kolaborasi dengan kampus terkemuka—Universitas Sahid, IBIK, Sampoerna University, UHAMKA, dan ITI—mencerminkan komitmen KAPPIJA21 membangun kepemimpinan muda melalui kemitraan akademik yang kuat.
Dengarkan langsung bagaimana pengalaman di Jepang mengubah cara mereka hidup, bekerja, dan memimpin.
Lebih banyak cerita dari alumni KAPPIJA21 tersedia di saluran YouTube resmi kami.
Kunjungi Saluran YouTubeBagi KAPPIJA21, persahabatan Indonesia–Jepang bukan sekadar hubungan antarnegara—ia dibangun melalui hubungan antarmanusia.
Ketika seseorang pernah tinggal bersama keluarga di negara lain, belajar bersama, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan secara langsung, hubungan tersebut memiliki dimensi yang jauh lebih personal dan mendalam.
Dalam dunia yang semakin kompleks, hubungan antarnegara tidak cukup hanya dibangun melalui diplomasi formal. Dibutuhkan pula jejaring manusia yang saling memahami, saling menghargai, dan mampu menjembatani perbedaan budaya. Inilah kekuatan yang terus dijaga KAPPIJA21.
Peringatan 40 tahun KAPPIJA21 pada Desember 2025 menjadi momentum penting yang menghadirkan alumni dari berbagai daerah, jejaring ASEAN–Jepang, perwakilan negara-negara ASEAN, organisasi kepemudaan, dan berbagai mitra strategis. Momentum ini memperluas jejaring KAPPIJA21 dari hubungan alumni nasional menuju jejaring yang lebih luas di tingkat regional.
Ketua Umum & Chairperson AJAFA 21
Dr. Sjahriati Rochmah, M.Hum., LL.M.
Membawa visi kepemimpinan yang strategis, inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata.
Wakil Ketua Umum
Imam Nuraryo • Yudil Chatim (mantan Atase Pendidikan RI di Tiongkok)
KAPPIJA21 diperkuat oleh Dewan Penasihat, Pembina, dan Pengawas yang terdiri dari para tokoh senior dari berbagai bidang. Mereka memberikan arahan strategis, menjaga tata kelola, serta memastikan akuntabilitas dan keberlanjutan organisasi.
KAPPIJA21 membangun hubungan dengan institusi kunci: Embassy of Japan, JICA, Japan Foundation, Soka Foundation, dan Indonesian Japan Business Network (IJB Net)—untuk memperkuat kepemimpinan, pendidikan, budaya, bisnis, dan pemberdayaan masyarakat.
Jika Anda pernah menjadi bagian dari Nakasone Programme, mungkin ada satu cerita yang menghubungkan Anda dengan ribuan alumni lainnya. Mungkin Anda pernah tinggal bersama keluarga Jepang, belajar di sekolah atau kampus, atau bertemu seseorang di Jepang yang hingga puluhan tahun kemudian masih menjadi sahabat.
KAPPIJA21 ingin menemukan kembali cerita-cerita tersebut. Lebih dari 4.200 alumni bukan sekadar angka— di dalamnya terdapat pengalaman, pengetahuan, keahlian, persahabatan, dan potensi kolaborasi yang luar biasa besar. Kini saatnya pengalaman individual tersebut berkontribusi untuk masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan damai.
Kunjungi Website Kami