Belajar Tanpa Sekat Usia: Jejak KAPPIJA21 di Ruang Kreatif Ekraf–Canva
Jakarta — Pagi itu, Selasa (23/12/2025), Thamrin Nine Ballroom belum sepenuhnya ramai. Namun satu per satu peserta mulai berdatangan, tersenyum, dan larut dalam obrolan ringan sambil menikmati sarapan. Di ruangan inilah, ruang belajar tanpa sekat usia dan profesi perlahan terbentuk.
Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21 (KAPPIJA21) menjadi bagian dari workshop bertajuk “Visual Hebat, Ide Jadi Nyata dengan Canva”, hasil kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Canva Indonesia. Workshop ini bukan sekadar materi, tapi pengalaman yang menghidupkan ide dan kreativitas peserta.
Dari KAPPIJA21 hadir Tjandra Wibowo, mantan Direktur PFN dan mantan penyiar lintas 6 SCTV; Manis Sajid, Bendahara KAPPIJA21; Ahsantany, Humas KAPPIJA21. Hadir pula Marrysa Tunjungsari, certified photographer, Leica, Ambassador OPPO; Imam, Direktur Ekraf; dan beberapa dosen yang juga ikut mendampingi peserta. Sementara Fayra Ayyasha mewakili Forum Komunikasi Generasi Emas ASEAN (FKGEA). Mereka bergabung dengan peserta lain dari beragam latar belakang—desainer, fotografer, akademisi, pelaku UMKM, pegiat komunitas, hingga profesional lintas generasi.
Tepat pukul 09.30 WIB, workshop dimulai. Suasana hangat dan cair terasa sejak awal. Di sela materi, peserta berpose bersama—momen sederhana yang merekam pesan besar: literasi visual adalah milik semua orang.
Ruang Belajar yang Membumi
Workshop ini menekankan inklusivitas. Tak ada jarak antara yang muda dan senior, pemula dan profesional. Semua duduk setara sebagai pembelajar.
Wahyu (52), salah satu peserta, mengaku sempat ragu.
“Awalnya saya kurang percaya diri. Saya kira pesertanya mayoritas Gen Z. Ternyata yang hadir lintas usia, bahkan banyak yang seumuran saya,” ujarnya.

Belajar dan Pulih Bersama
Kisah inspiratif datang dari Madu (55), fotografer senior yang hadir dengan bantuan tongkat. Dua tahun lalu ia sempat terbaring akibat penyakit paru dan tidak bisa berjalan.
“Mengikuti kegiatan seperti ini justru membuat kesehatan saya meningkat, alhamdulillah,” tuturnya.
Dengan tekad untuk terus aktif dan berada di lingkungan positif, kondisinya kini membaik. Meski masih dibantu tongkat, kakinya sudah bisa digerakkan. Kisah Madu menjadi pengingat bahwa ruang belajar bukan hanya soal ilmu, tetapi juga semangat hidup.

Kolaborasi dan Komitmen
Acara dibuka dengan Lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Sambutan pertama disampaikan Stefani H, Country Manager Canva Indonesia, yang menekankan pentingnya kemitraan dalam membangun ekosistem kreatif.
“Kami sangat menghargai kolaborasi ini. Workshop ini adalah wujud nyata dari visi bersama,” ujarnya.
Stefani menambahkan bahwa Canva mendukung pengembangan SDM kreatif Indonesia melalui inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI), yang mempermudah proses kreatif dan komunikasi visual.
Sambutan berikutnya datang dari Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif. Ia menekankan bahwa Canva lahir dari kebutuhan nyata dan kini menjadi solusi bagi jutaan orang.
Materi Aplikatif dan Interaktif
Sesi utama dipandu Syammas P. Syarbini, praktisi digital marketing, desainer grafis, sekaligus kreator konten yang spesifik menangani media sosial dan public relation. Dengan pengalaman luas, Syammas menyampaikan materi secara aplikatif dan kontekstual. Peserta diajak memahami tantangan komunikasi visual masa kini, sekaligus langsung mempraktikkan Canva dan fitur AI untuk presentasi, konten digital, dan pengembangan usaha.

Diskusi berlangsung hidup. Pertanyaan mengalir, praktik dilakukan bersama. Syammas membangun suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan cair.
Dampak Nyata bagi UMKM dan Komunitas
Bagi pelaku UMKM, manfaat workshop terasa langsung. Novi Astrianita, pegiat UMKM asal Tebet, menyatakan:
“Ilmunya sangat bermanfaat, terutama bagi UMKM di era digital. Canva AI sangat membantu untuk pengembangan usaha. Semoga kegiatan seperti ini terus ditingkatkan.”

Jejaring dan Peluang Kolaborasi
Workshop ditutup dengan makan siang dan foto bersama, sekaligus momen membangun jejaring. Syammas P. Syarbini menegaskan minatnya membuka kolaborasi lanjutan dengan KAPPIJA21.
“Kita bisa berkolaborasi bersama KAPPIJA. Saya juga memiliki jejaring Canva Creator dari Jepang. Ke depan, kita bisa bertukar insight tren desain Jepang dan Indonesia, sehingga melahirkan kolaborasi lebih spesifik dan berdampak,” ujarnya.
Workshop ini menegaskan: ketika pemerintah, industri, dan komunitas bertemu, ruang belajar inklusif tercipta. KAPPIJA21 hadir sebagai penggerak—belajar, bertumbuh, dan membangun jejaring kreatif lintas generasi.


Dampak Nyata bagi UMKM dan Komunitas
Jejaring dan Peluang Kolaborasi