
Merajut Persahabatan, Membangun Peradaban: Catatan Silaturahmi KAPPIJA21 dan PAGE di Universitas Sahid
Jumat sore itu (30/01/2026), lantai 7 Universitas Sahid Jakarta terasa lebih hidup dari biasanya. Ruang 710 yang kerap digunakan untuk diskusi akademik formal, berubah menjadi ruang penuh kehangatan saat keluarga besar KAPPIJA21 berkumpul. Gelak tawa dan tegur sapa penuh kerinduan antar-alumni mengisi setiap sudut ruangan, menandai dimulainya Silaturahmi Nasional bersama organisasi “adik kandung” mereka, Paguyuban Akademisi Generasi Emas (PAGE).
Pertemuan yang digelar secara hybrid ini jauh dari kesan kaku. Bagi para alumni dan akademisi yang hadir, sore itu terasa seperti momen “pulang ke rumah” untuk merajut kembali visi yang sama. Dipandu dengan cair oleh Muhamad Ardan dan Kak Ati Ganda, acara ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persahabatan mampu melampaui sekat fisik maupun perbedaan generasi.
Sebuah Langkah Baru yang Lebih Mandiri
Di tengah suasana akrab tersebut, Ketua Umum KAPPIJA21 sekaligus Pembina PAGE, Dr. Sjahriati Rochmah—atau yang akrab disapa Kak TJ—berbagi kabar yang membanggakan. Beliau mengumumkan bahwa PAGE kini telah resmi melangkah sebagai organisasi yang memiliki legalitas hukum mandiri.
“PAGE ini lahir dari rahim persahabatan kita di KAPPIJA21,” kenang Kak TJ dengan penuh haru. Beliau memaparkan bagaimana PAGE kini bertumbuh dengan struktur yang kian solid, mulai dari pilar para pendidik (PPGE), jejaring pemuda ASEAN (FKGEA), hingga wadah bagi komunitas media. Semua pilar ini disatukan oleh satu niat tulus: mengawal perjalanan Indonesia menuju masa emasnya di tahun 2045 melalui kontribusi nyata para akademisi.
Merajut Asa dalam ‘Mimpi Indonesia’
Obrolan mengalir semakin dalam saat Dr. Imam Nuraryo, S.Sos, M.A. (Comms), selaku Wakil Ketua Umum KAPPIJA21 yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum PAGE, memaparkan peta jalan strategis bertajuk “Indonesia Dream”. Bagi bang Imam, visi ini bukanlah sekadar rangkaian rencana di atas kertas, melainkan wujud nyata dari pengabdian intelektual.
Beliau membentangkan sejumlah agenda besar yang akan mewarnai tahun 2026, mulai dari penguatan kepemimpinan muda melalui IYLA Jilid 2, gerakan Pancasila Goes to School bersama BPIP, hingga kolaborasi seni budaya melalui festival film kebangsaan. Pesan yang tersirat sangat jernih: para akademisi KAPPIJA21 diajak untuk keluar dari menara gading intelektual dan terjun langsung menyentuh masyarakat melalui karya nyata.
Sinergi di Ruang Akademik hingga Kabar dari Bandung
Dinamika intelektual sore itu kian berwarna dengan hadirnya Wakil Rektor II Universitas Sahid, Dr. Ani Siska MY, S.H., M.M., M.S.M. Sebagai tuan rumah, beliau menyambut hangat gagasan kolaborasi dengan membuka pintu pemanfaatan jurnal ilmiah terintegrasi bagi anggota PAGE. Tawaran strategis ini langsung disambut antusias sebagai wadah bagi rekan-rekan pendidik untuk terus berkarya.
Kehangatan acara kian terasa saat Kak TJ menyerahkan apresiasi secara simbolis kepada para juara lomba esai dan video pendek NLF 2025. Rasa bangga terpancar dari wajah-wajah kreatif yang hadir, memperlihatkan betapa besarnya potensi generasi emas kita. Kabar baik pun berlanjut dengan ditetapkannya UKRI Bandung sebagai tuan rumah National Leadership Forum (NLF) 2026 pada 3–7 Desember mendatang. Segala persiapan teknis dan administratif, termasuk pengelolaan operasional oleh Bendahara PAGE, Arji, kini mulai dipersiapkan dengan rapi.
Menutup Hari dengan Doa dan Harapan
Rapat memang berakhir seiring matahari Jakarta yang mulai terbenam, namun semangat yang dibawa pulang oleh para peserta justru baru saja dimulai. Sebelum ditutup dengan doa tulus oleh Abdul Fattah, semua yang hadir menyepakati satu hal: membangun bangsa adalah sebuah perjalanan panjang yang terasa lebih indah jika dilakukan bersama sahabat.
Bagi KAPPIJA21 dan PAGE, pertemuan sore itu bukan sekadar urusan legalitas dan program kerja, melainkan sebuah pengingat bahwa dari persahabatan yang tulus, peradaban besar bisa kita bangun bersama.









