JAKARTA – Indonesia perlu memperkuat strategi ketahanan yang adaptif untuk menghadapi ketidakpastian global yang kian dinamis. Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional 2026 bertema “Dynamic Resilience: Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidakpastian Global” yang berlangsung di Kampus IBI-Kosgoro 1957, Jakarta Selatan, Rabu (25/2).

Turut hadir dalam forum strategis tersebut, Assoc. Prof. Dr. Joned Ceilendra Saksana, S.I.P., S.E., M.M., selaku Dewan Pengawas (Dewas) KAPPIJA21. Kehadiran beliau sebagai salah satu tokoh undangan utama menunjukkan peran aktif alumni program persahabatan Indonesia-Jepang Abad 21 dalam mengawal isu-isu strategis nasional.
Menjaga Momentum Ekonomi
Di sela-sela agenda seminar, Dr. Joned menjelaskan bahwa konsep Dynamic Resilience (Ketahanan Dinamis) adalah kunci bagi Indonesia untuk memproteksi stabilitas ekonomi dan politik dari dampak negatif gejolak dunia.
“Indonesia harus mampu menjaga momentum penguatan ekonomi saat ini. Ketahanan nasional kita diuji melalui kemampuan memitigasi risiko global agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga sebagai fondasi pembangunan yang lebih baik ke depan,” ujar Dr. Joned kepada redaksi kappija21.org.
Solusi Konkret: Diplomasi Tarif Ekspor 15%
Menanggapi tantangan perang tarif yang dipaparkan oleh narasumber utama, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, Dr. Joned memberikan pandangan taktisnya. Beliau menekankan pentingnya posisi tawar yang kuat dalam kerja sama internasional, khususnya dengan mitra strategis seperti Amerika Serikat.

“Pemerintah perlu menegosiasikan agar tarif ekspor barang dari Indonesia bisa ditekan hingga di bawah 19 persen, dengan target ideal di angka 15 persen. Penurunan tarif ini akan menjadi stimulus nyata bagi produk lokal untuk bersaing di pasar global sekaligus memperluas lapangan kerja di dalam negeri,” tegas Dr. Joned.
Sinergi Lintas Sektor
Seminar ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap risiko disinformasi dan ketegangan geopolitik yang diprediksi meningkat hingga 2027. Dave Laksono mengingatkan bahwa persaingan sumber daya strategis seperti mineral kritis dan teknologi AI akan membentuk ulang pola kompetisi dunia.
Selain kehadiran Dr. Joned, seminar ini menghadirkan panelis ahli seperti:
Gita Loka Murti, Ph.D. (Kepala Pusat Strategi Kebijakan IKAD BSKLN).
Dr. Nana Yuliana, M.Si. (Duta Besar RI untuk Kuba 2020-2025).
Dr. Ian Montratama (Tenaga Ahli Utama Kedeputian Geopolitik, Dewan Pertahanan Nasional) selaku moderator.
Melalui partisipasi aktif dalam forum nasional ini, KAPPIJA21 kembali membuktikan komitmennya untuk terus berkontribusi memberikan pemikiran terbaik bagi kemajuan bangsa (humas kappija21)
#KAPPIJA21 #KetahananNasional #Geopolitik #EkonomiIndonesia#JonedCeilendraSaksana



