KAPPIJA21 — Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21

logokappijabaru

Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21

Diplomat, Pendidik, dan Pembangun Jembatan Antarbangsa — Yudil Chatim | KAPPIJA21
KAPPIJA21 · Profil Pengurus 2026–2029

Yudil Chatim

S.KM., M.Ed.  |  PhD Cand.

Diplomat, Pendidik, dan Pembangun Jembatan Antarbangsa

Wakil Ketua Umum 2 KAPPIJA21 · Periode 2026–2029
Ketua Pelaksana International Youth Leadership Academy (IYLA) 2026
Mantan Atase Pendidikan & Kebudayaan KBRI Beijing · 2022–2025
350+ Kegiatan Diplomasi
100+ MoU & PKS
29 Provinsi Tiongkok
15+ Tahun Jejaring RI–China
Yudil Chatim — Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing
"RBI bukan sekadar ruang fisik. Ia adalah filosofi: budaya sebagai fondasi, warisan sebagai identitas, seni sebagai bahasa universal, dan diplomasi yang berinovasi bersama semua pihak. Inilah cara Indonesia memperkenalkan dirinya kepada dunia." — Yudil Chatim · IYLA 2026, Episode 2

Ada perjalanan hidup yang dibangun oleh satu profesi. Ada pula yang justru memperoleh maknanya dari keberanian untuk melintasi berbagai dunia. Bang Yudil adalah bagian dari perjalanan yang kedua.

Berawal dari pendidikan kesehatan masyarakat, beliau memasuki dunia birokrasi pendidikan, menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok, membangun jejaring akademik internasional, dan akhirnya menjalankan diplomasi sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing. Setelah menyelesaikan penugasan itu, pengalaman panjang tersebut menemukan ruang baru dalam kerja-kerja kepemudaan dan kepemimpinan melalui KAPPIJA21.

Benang merah dari seluruh perjalanan itu adalah satu hal: membangun jembatan. Antara pendidikan dan dunia kerja. Antara Indonesia dan Tiongkok. Antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat. Dan, yang tidak kalah penting, antara generasi hari ini dengan generasi yang akan datang.

Perjalanan Hidup

Bang Yudil — begitu kami di keluarga besar KAPPIJA21 menyapa beliau — menempuh pendidikan D-III Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan di Akademi Kesehatan Lingkungan Jakarta, sebelum melanjutkan ke Universitas Indonesia dan meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM.) pada 1997–2000. Latar belakang tersebut kelak memberi warna tersendiri pada cara pandangnya: pendidikan, baginya, bukan sekadar persoalan institusi atau kurikulum, melainkan bagian dari pembangunan manusia.

Pada 2001, beliau memasuki dunia birokrasi pendidikan nasional. Selama kurang lebih satu dekade, hingga 2011, bertugas di Kementerian Pendidikan Nasional — termasuk sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal di dua unit kerja, PMPTK dan PLSP. Di sinilah beliau memperoleh pengalaman langsung tentang bagaimana kebijakan dirumuskan, diterjemahkan menjadi program, dan berhadapan dengan kompleksitas implementasi di lapangan. Pengalaman itu kelak menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan profesionalnya.

Di tengah pengabdiannya di kementerian, Bang Yudil memperoleh Chinese Government Scholarship (CSC) dari pemerintah Tiongkok — dan beliau tercatat sebagai penerima pertama beasiswa CSC dari Kemendikbud. Kesempatan itu membawanya ke Wuhan untuk menempuh pendidikan di Central China Normal University dengan konsentrasi Administration & Economic Education.

Tiongkok bukan sekadar tempat memperoleh gelar. Beliau mempelajari bahasa Mandarin, memahami masyarakat dan kebudayaan Tiongkok dari dekat, serta membangun jejaring yang kelak menjadi modal penting dalam perjalanan diplomasi dan kerja sama internasionalnya. Studi magister diselesaikan dengan predikat Excellent Graduate Student. Perjalanan doktoral pun dimulai di universitas yang sama, meskipun penyelesaiannya harus dilanjutkan di kemudian hari. Dari pengalaman hidup di Tiongkok selama bertahun-tahun, beliau belajar bahwa memahami sebuah negara tidak cukup melalui kebijakannya — sebuah negara juga harus dipahami melalui masyarakatnya, budayanya, cara berpikirnya, dan hubungan antarmanusianya.

Kembali ke Indonesia, Bang Yudil membawa perspektif yang berbeda. Pada 2011–2014, beliau bergabung dengan Kantor Wakil Menteri Pendidikan sebagai koordinator — kali ini dengan lensa yang lebih luas setelah pengalaman akademik dan sosial di Tiongkok. Dari sana perjalanannya berlanjut ke dunia perguruan tinggi: selama delapan tahun, dari 2014 hingga 2022, beliau dipercaya sebagai Koordinator Kerja Sama Internasional di Universitas Batam, Universitas Malahayati, dan Universitas Pakuan — fokusnya adalah mempertemukan perguruan tinggi Indonesia dengan mitra internasional, membangun jejaring, dan membuka ruang kolaborasi lintas negara.

Bang Yudil di Universitas Muhammadiyah Malang 2023
Sesi "Peluang Berkarir di China" bersama civitas Universitas Muhammadiyah Malang, 2023.

Pada 2021, beliau juga dipercaya sebagai Analis Kebijakan Muda di Direktorat Mitras DUDI, Ditjen Pendidikan Vokasi — mempertemukannya dengan persoalan yang semakin penting: bagaimana institusi pendidikan dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan dunia industri, sehingga pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut menjadi kompetensi, kesempatan, dan masa depan.

Tahun 2022 menjadi titik paling penting dalam perjalanan Bang Yudil. Beliau dipercaya sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, menjalankan tugas diplomatik di salah satu hubungan bilateral paling strategis bagi Indonesia. Selama tiga tahun, beliau terlibat dalam ratusan kegiatan pendidikan dan kebudayaan, membangun jejaring di 29 provinsi Tiongkok dan Mongolia, serta berinteraksi dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dunia industri, komunitas diaspora, dan mahasiswa Indonesia. Lebih dari 350 kegiatan diplomasi tercatat dalam periode tersebut, dan lebih dari 100 MoU dan PKS dibangun bersama berbagai mitra — termasuk mendampingi Presiden Republik Indonesia dalam kunjungan kenegaraan ke Chengdu pada 2023.

Namun angka-angka itu hanyalah permukaan dari sebuah perjalanan yang jauh lebih besar. Bagi Bang Yudil, diplomasi tidak berhenti pada seremoni atau penandatanganan dokumen. Diplomasi harus meninggalkan sesuatu yang dapat tumbuh setelah para pejabat dan delegasi kembali ke negaranya masing-masing. Hubungan Indonesia dan Tiongkok, dalam perspektif beliau, bukan hanya hubungan antarpemerintah — ia juga merupakan hubungan antarmasyarakat, antarkampus, antargenerasi, dan antarmanusia.

Bang Yudil di forum People-to-People Exchange
Menyampaikan sambutan dalam 2023 China–Indonesia People-to-People Exchange Development Forum.

Pandangan itu tercermin dalam berbagai forum bilateral, termasuk China–Indonesia People-to-People Exchange Development Forum 2023. Penandatanganan MoU pertama bersama Beijing Zhiyang Beifang International Education Technology pada 21 Desember 2022 menjadi penanda arah kerja yang beliau pilih: konkret, terukur, dan berdampak langsung. Kunjungan, bagi Bang Yudil, bukan sekadar agenda yang selesai ketika rombongan pulang — yang lebih penting adalah apa yang bisa tumbuh setelahnya.

Salah satu gagasan yang mendapatkan bentuk nyata selama masa penugasan adalah Rumah Budaya Indonesia (RBI). RBI di Tianjin Foreign Studies University diresmikan pada Mei 2024 melalui kolaborasi KBRI Beijing dan Universitas Brawijaya. Bagi Bang Yudil, rumah budaya bukan sekadar ruangan yang dipenuhi artefak — beliau melihat kebudayaan sebagai bahasa diplomasi. Budaya memungkinkan orang mengenal Indonesia sebelum mereka mengenal kebijakan Indonesia. Seni membuka percakapan ketika bahasa politik terasa terlalu formal. RBI pun dikembangkan ke Guangxi, dengan rencana pengembangan berikutnya di Baoding dan Fujian.

Peresmian Rumah Budaya Indonesia di Tianjin Foreign Studies University
Peresmian Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Tianjin Foreign Studies University — inisiasi bersama Universitas Brawijaya dan KBRI Beijing, Mei 2024.

Perhatian beliau juga tertuju pada pendidikan vokasi. Dari perspektif bahwa masa depan pendidikan sangat ditentukan oleh kemampuannya berhubungan dengan dunia kerja, lahirlah China–Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) — platform yang mempertemukan pendidikan vokasi Indonesia dengan sektor industri Tiongkok, termasuk BYD, LiuGong, dan Huawei. Bagi Bang Yudil, kampus membutuhkan dunia usaha, dunia usaha membutuhkan SDM yang kompeten, dan pemerintah menyediakan ekosistemnya — ketiganya harus bertemu dalam sebuah rantai yang saling menguatkan.

Jejaringnya membentang dari wilayah utara hingga selatan Tiongkok — salah satunya melalui kerja sama dengan Fujian Polytechnic Normal University, yang kemudian menjadi bagian dari pengembangan jejaring pendidikan dan budaya Indonesia di kawasan Fujian. Setiap pertemuan membuka kemungkinan baru, dan banyak kerja sama diarahkan untuk menjadi hubungan jangka panjang, bukan hanya kegiatan seremonial.

Di balik diplomasi institusional, terdapat perhatian yang lebih personal: mahasiswa Indonesia yang hidup dan belajar jauh dari tanah air. Selama masa penugasan di Tiongkok, Bang Yudil berinteraksi dengan lebih dari 3.000 mahasiswa Indonesia. Welcoming party, kegiatan kepemimpinan, pembinaan komunitas PERMIT dan PPIT, hingga job fair menjadi bagian dari rangkaian aktivitas yang mempertemukan diplomasi dengan kehidupan sehari-hari. Mahasiswa Indonesia di luar negeri, baginya, bukan sekadar penerima layanan — mereka adalah bagian dari wajah Indonesia di dunia dan, pada waktunya, akan menjadi penghubung baru antara Indonesia dan masyarakat internasional.

Ketika masa penugasan di Beijing berakhir pada 2025, Bang Yudil pulang membawa pengalaman yang tidak sederhana — pengalaman birokrasi, akademik, diplomasi, kerja sama internasional, dan ribuan pertemuan dengan anak muda Indonesia di luar negeri. Semua itu kini menemukan ruang baru di keluarga besar KAPPIJA21. Jika sebelumnya beliau banyak membangun jembatan antara Indonesia dan dunia, kini beliau memiliki kesempatan untuk membantu generasi muda menemukan jalan mereka sendiri untuk melangkah melewatinya.

Capaian di Beijing
350+
Kegiatan diplomasi pendidikan & kebudayaan
100+
MoU dengan perguruan tinggi & industri
29
Provinsi Tiongkok & Mongolia dijangkau
3.000+
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok dibina

Rumah Budaya Indonesia

Mendirikan RBI di Tianjin, Guangxi, dan merencanakan Baoding & Fujian — sebagai pusat diplomasi budaya Indonesia di Tiongkok.

CITIEA & Vokasi

Meluncurkan China–Indonesia TVET Industry-Education Alliance bersama BYD, LiuGong, dan Huawei.

Jejaring Akademik

Chinese Language Centre di 6 universitas Indonesia, kerja sama riset dengan universitas 985/211 Tiongkok.

Penghargaan & Pengakuan
Anugerah Sabda Budaya 2024
Pemerintah Peduli Budaya — Universitas Brawijaya
Excellent Graduate Student 2010
Central China Normal University, Wuhan
Chinese Government Scholarship (CSC) 2010
Penerima pertama beasiswa CSC dari Kemendikbud
Juara I K-5 Kemendikbud 2019
Ditjen PAUD Dikmas
Forum & Eksperiens Internasional
CAECW 2023–2025 World Digital Education Conf. 2024 Pendampingan Presiden RI di Chengdu ASEAN–China TVET Dialogue CHANDI Summit Bali 2025 Belt & Road Education Expo Canada Youth Exchange 2006 Japan Friendship Program 1998
Yudil Chatim bersama Rafi usai penandatanganan SPPH persiapan IYLA
Yudil Chatim bersama Rafi usai penandatanganan SPPH sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan IYLA.
● Aktif · September 2026

IYLA 2026: Bridge Builders Academy

Sebagai Ketua Pelaksana sekaligus narasumber Episode 2, Bang Yudil hadir bukan hanya membawa teori — tetapi cerita dari pengalaman yang benar-benar dijalani. Tentang keberanian keluar dari zona nyaman. Tentang bagaimana perbedaan budaya justru dapat menjadi sumber kekuatan. Tentang peluang pendidikan dan karier global yang nyata. Dan tentang satu hal yang mungkin paling penting: bahwa generasi muda Indonesia tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam percakapan global. Mereka harus memiliki global voice.

Tema
Menguatkan Global Voice Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Episode 2
Membangun Sinergi Lintas Negara & Budaya · 7 September 2026
Agenda Lanjutan
National Leader Forum (NLF) 2026 — Bandung
Format
12 sesi · kepemimpinan, diplomasi, pendidikan, kebudayaan
Ikuti IYLA 2026 Batch 2 Program kepemimpinan global KAPPIJA21 untuk generasi muda Indonesia.
Pelajari Program IYLA →
Profil resmi KAPPIJA21 · Kepengurusan 2026–2029 © 2026 KAPPIJA21. Seluruh hak cipta dilindungi.
Scroll to Top