

Profil · Kappija21
Presiden KAPPIJA21 · Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan, Kementerian Sekretariat Negara RI
Menembus panggung dunia — Kak TJ mewakili Indonesia dalam konferensi di Kantor PBB, Jenewa
Oleh Humas Kappija21 · Diperbarui 10 Juli 2026 · Pertama tayang 29 Februari 2020
Ada orang-orang yang menjalani karier di birokrasi sekadar untuk mengisi jabatan, dan ada yang menjadikannya ruang untuk terus tumbuh. Dr. Sjahriati Rochmah — akrab disapa Kak TJ — termasuk golongan kedua. Lahir di Jakarta, 7 November 1970, ia mengawali kariernya sebagai CPNS di lingkungan Sekretariat Negara pada Maret 1999, dan kini telah mencapai pangkat Pembina Utama Madya (IV/d) setelah lebih dari dua dekade mengabdi kepada negara.
Perjalanan jabatannya mencerminkan rentang pengalaman yang luas di birokrasi kepresidenan. Ia mengawali karier sebagai Penelaah Administrasi pada Biro Personil Sekretariat Kabinet, kemudian menjadi Kepala Sub Bagian Acara dan Protokol Setkab, dan sempat dipercaya sebagai Pembantu Asisten pada Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM, dan Pemberantasan KKN.
Kariernya berlanjut sebagai Kepala Bagian Tata Usaha dan Protokol di Biro Umum, lalu memimpin sejumlah bidang strategis di Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet — mencakup industri, usaha mikro-kecil-menengah, koperasi, hingga ketenagakerjaan. Ia juga pernah menjabat Asisten Deputi Bidang Penyelenggaraan Persidangan di Deputi Bidang Persidangan Kabinet, sebelum akhirnya dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan di Kementerian Sekretariat Negara RI — jabatan Pimpinan Tinggi Madya yang diembannya berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 66/TPA Tahun 2026, ditetapkan 29 Juni 2026.
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatannya berlangsung dalam upacara khidmat di Gedung Krida Bhakti Kemensetneg, Jakarta, pada 30 Juni 2026, bersamaan dengan pelantikan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya lain di lingkungan Kemensetneg.
Dalam kapasitas barunya, ia turut ambil bagian dalam koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk bersama Komite Percepatan Pembangunan Papua — duduk satu meja dengan perwakilan Bappenas, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator, serta Biro Komunikasi Pemerintah, sejalan dengan tugasnya memberi pertimbangan strategis di bidang politik, pertahanan, dan keamanan negara.
Sepanjang kariernya, berbagai forum dan lembaga mempercayakan Kak TJ sebagai narasumber dan mitra strategis. Ia tampil dalam program “Istana untuk Sekolah” (ISTURA), inisiatif edukasi publik dari Istana Kepresidenan yang digagas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, memaparkan bagaimana kebijakan negara dirumuskan dan betapa krusialnya peran sidang kabinet sebagai forum pengambilan keputusan. Dalam lokakarya penyusunan bahan substansi kegiatan pimpinan yang diselenggarakan BPOM, ia berbagi pedoman praktis bahwa bahan berkualitas bagi pimpinan haruslah singkat, padat, dan jelas — memuat latar belakang, isu, capaian kinerja, hingga rekomendasi kebijakan. Sementara dalam Forum Nasional Sekolah 3 Bahasa se-Indonesia di Purwokerto, April 2026, ia menegaskan komitmen negara terhadap pendidikan inklusif, merujuk pada amanat Pasal 33 UUD 1945 bahwa hak atas pendidikan berlaku setara bagi semua warga negara tanpa kecuali.
Pemerintahan yang bekerja selaras akan menghasilkan simfoni kehidupan bernegara yang harmonis.
Kontribusinya selama bertahun-tahun di birokrasi tidak luput dari apresiasi resmi. Ia pernah dianugerahi Satyalancana Karya Satya XX dari Sekretariat Kabinet RI dan Satyalancana Karya Satya X dari Sekretariat Negara RI, serta menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya pada 2022 — tahun yang sama ketika ia juga meraih penghargaan Agen Perubahan dari Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet. Pada 2020, unit kerjanya meraih penghargaan Penyelenggara Pelayanan Publik kategori “Pelayanan Prima” (A) dari Kementerian PANRB. Ia juga tercatat sebagai anggota Tim Asistensi Keppres Nomor 31 Tahun 2009 untuk Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum, serta fasilitator diklat Contract Drafting di Lembaga Administrasi Negara.
Di luar tugasnya sebagai ASN, Kak TJ pernah menjadi dosen tamu dan konsultan untuk program sarjana dan pascasarjana di sejumlah universitas ternama — Binus, Swiss German University, Universitas Tasmania (Jakarta), dan Monash University (Jakarta) — mengampu mata kuliah Hukum Perusahaan, Etika Bisnis, dan Pengantar Sistem Hukum Umum selama periode 2005–2015. Kiprahnya juga menembus batas negara: ia tercatat mengikuti Asia Pacific Senior Manager Program di New Zealand sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan lintas kawasan, serta pernah mewakili Indonesia dalam sebuah forum konferensi internasional di Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jenewa, duduk bersama delegasi negara-negara lain dan perwakilan akademisi maupun organisasi internasional. Ia juga kerap menjadi juri dan pembicara pada berbagai kegiatan nasional maupun internasional bersama organisasi, perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi swasta.
Yang paling menonjol dari perjalanan terbarunya adalah kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin Kappija21 (Perhimpunan Keluarga Alumni Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21). Melalui Musyawarah Nasional pada 2 Desember 2025, ia terpilih sebagai Presiden KAPPIJA21 untuk periode 2026–2029 — gelar kepemimpinan yang kini digunakan organisasi, menggantikan sebutan Ketua Umum pada periode-periode sebelumnya — dan resmi dikukuhkan lewat Surat Keputusan Nomor 01/SK/KAPPIJA21/V/2026 tertanggal 20 Mei 2026.
Di bawah kepemimpinannya, Kappija21 menyusun Rencana Strategis tiga tahun dengan semangat bertransformasi dari sekadar “penerima” program dari Jepang menjadi “pencipta peluang”, termasuk gagasan mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atau Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bagi sumber daya manusia alumni. Program unggulan tahun 2026, “41 Mata Air” — merepresentasikan usia organisasi yang genap 41 tahun — menghadirkan bantuan fasilitas air bersih, toren, dan sarana strategis seperti perpustakaan bagi 41 titik di daerah terpencil dan kurang mampu.
Kiprahnya di Kappija21 turut mengantarkannya ke panggung kerja sama regional: pada 2023, KAPPIJA21 dipercaya memimpin AJAFA-21 (ASEAN-Japan Friendship Association for the 21st Century) — organisasi payung yang menaungi asosiasi alumni JICA se-kawasan ASEAN dan Jepang sejak 1988 — dengan Dr. Sjahriati menjabat Ketua Umum AJAFA-21 untuk periode 2022–2024. Dalam kapasitas ini, ia memimpin delegasi Indonesia pada sejumlah forum regional, antara lain ASEAN Japan Alumni Leader Forum di Vientiane dan Vang Vieng, Laos (2023), AJAFA Regional Leader Forum di Manila dan Pampanga, Filipina (2024), hingga Executive Committee Meeting (ECM) AJAFA21 yang diselenggarakan Pamaja Malaysia di Kuala Lumpur pada 2026. Ia turut menerima penghargaan atas perannya sebagai inisiator penguatan kerja sama persahabatan ASEAN-Jepang.
Selama masa kepemimpinannya, Kappija21 juga aktif menjalin kerja sama lintas negara dan lintas sektor — dari penandatanganan nota kesepahaman dengan PAMAJA (Persatuan Alumni Malaysia-Jepang) untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga kolaborasi dengan Perum PFN di bidang perfilman dan dengan IJBNet dalam seminar bisnis Indonesia-Jepang. Di panggung nasional, organisasi ini juga menggelar Rapat Pimpinan Nasional dan National Leader Forum di Bandung pada November 2026, dilanjutkan Regional Leadership Forum di Pattaya, Thailand, pada Desember 2026 — sementara Indonesia turut bersiap menjadi tuan rumah ASEAN Japan Youth 2027 dan K21 and Partners Expo 2028.
Selain Kappija21, Kak TJ juga aktif memimpin dan berperan di sejumlah organisasi lain: Ketua PPNK 223 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Ketua Umum Yayasan Kampung Budaya (YKB), Ketua Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara (YCBKN), Ketua Kadifa (Internasional Fashion Art), Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan LBH ILUNI UI, Dewan Pakar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ), serta aktif di Bidang Career & Almamater ILUNI UI dan Bidang Hubungan Kelembagaan ISWI — rangkaian peran yang mencerminkan konsistensinya dalam merawat kebudayaan, memperkuat jejaring alumni, dan membangun jembatan kerja sama lintas komunitas.
Pendidikan Kak TJ mencerminkan dedikasi panjang terhadap ilmu hukum dan humaniora. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dan Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia, Sarjana Pendidikan dari IKIP Jakarta (kini Universitas Negeri Jakarta), Magister Humaniora dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta Master of Laws dari University of Melbourne, Australia. Jenjang akademik ini dilengkapi dengan sejumlah pendidikan kedinasan yang menjadi prasyarat jenjang karier ASN, termasuk Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Lembaga Administrasi Negara, serta Diklatpim Tingkat III dan Tingkat IV di lingkungan Sekretariat Kabinet dan Sekretariat Negara.
Dari meja koordinasi lintas kementerian hingga panggung Musyawarah Nasional Kappija21, dari ruang kelas universitas hingga forum persahabatan Indonesia-Jepang di berbagai negara, Dr. Sjahriati Rochmah menunjukkan bahwa pengabdian publik dan kepemimpinan komunitas bisa berjalan beriringan tanpa kehilangan arah. Sosok yang terus dipercaya, terus belajar, dan terus bergerak — sebuah kisah yang layak menjadi inspirasi lintas generasi.