Alumni Nakasone

logokappija

Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21

Kabar KAPPIJA21

IYLA & NLF 2026 Siapkan Pemimpin Muda Indonesia

International Youth and Leadership Academy dan National Leader Forum akan digelar 26–29 November 2026, disatukan dalam semangat "Today's Heroes, Tomorrow's Global Leaders".

Di penghujung November nanti, Bandung Barat akan menjadi panggung bagi anak-anak muda dari berbagai penjuru Indonesia untuk duduk bersama, berdiskusi, dan merumuskan gagasan kepemimpinan yang mereka bawa pulang ke daerah masing-masing. KAPPIJA21, organisasi alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang, tengah menyiapkan rangkaian besar bertajuk International Youth and Leadership Academy (IYLA) dan National Leader Forum (NLF) 2026, dua program yang berjalan beriringan dengan Rapat Pimpinan Nasional organisasi ini.

Bukan sekadar ajang berkumpul, kegiatan ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi generasi pemimpin baru — mereka yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga membawa kepedulian sosial dan semangat kolaborasi lintas negara. Nama besar acaranya pun berbicara banyak: IYLA mengusung tagline "Shaping Future Leaders Through Youth Global Synergy and Collaboration", sementara NLF menyapa generasinya lewat "NextGen Leaders Summit 2026." Keduanya bertemu pada satu titik yang sama, yaitu keyakinan bahwa kepemimpinan hari ini lahir dari kolaborasi, bukan kompetisi semata.

Perjalanan Dimulai dari Layar

IYLA: Kelas dan Podcast Menuju Panggung Diplomasi

Jauh sebelum para peserta bertemu langsung di Bandung, perjalanan IYLA sudah dimulai lebih dulu secara daring pada 20 Agustus 2026. Selama beberapa bulan, peserta akan mengikuti rangkaian kelas online sekaligus podcast yang mengangkat tema-tema kepemimpinan dan diplomasi muda — mulai dari perbincangan santai seputar dunia diplomat, simulasi sidang PBB dan ASEAN, hingga diskusi tentang bagaimana media sosial kini turut membentuk arah kebijakan publik. Rangkaian ini akan ditutup dengan penandatanganan IYLA Declaration 2026, sebuah komitmen bersama yang lahir dari proses belajar panjang para pesertanya.

Untuk mengisi ruang diskusi ini, panitia menghadirkan sosok-sosok yang bergerak langsung di jalur diplomasi dan kebijakan publik: Yudil Chatim, Atase Pendidikan Republik Indonesia di Tiongkok; Muhammad Arief dari Danantara yang sebelumnya berkarier di World Bank; Wening Esthyprobo, Duta Besar RI untuk Hungaria; Busyro Busyro, Duta Besar RI untuk Ethiopia; serta Khaidir Rahmatsyah, bagian dari diaspora Indonesia di Belanda. Kelas-kelas dan produksi podcast ini pun tidak berdiri sendiri — sejumlah kampus turut menjadi rumah bagi kegiatan ini, termasuk Universitas Sahid, Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Sampoerna University, Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, UHAMKA, dan Institut Teknologi Indonesia.

"Kepemimpinan muda hari ini bukan lagi soal siapa yang paling menonjol sendirian, melainkan siapa yang mampu merangkul, berkolaborasi, dan membawa dampak nyata."

Menyongsong Pertemuan Langsung

Empat Hari yang Dipersiapkan Sepenuh Hati

Di balik kesiapan yang terus dirajut, koordinasi panitia juga berjalan rutin lewat pertemuan daring. Setiap kali agenda bertambah padat, tim NLF dan IYLA berkumpul lewat Zoom untuk menyamakan langkah — suasananya santai, namun tetap fokus dan produktif, jauh dari kesan rapat yang kaku.

Suasana rapat koordinasi melalui Zoom

Suasana rapat melalui Zoom yang berlangsung santai, namun tetap fokus dan produktif.

Sementara kelas-kelas daring berjalan, persiapan di lapangan pun mulai bergerak. Tim panitia NLF turun langsung menyusuri Bandung untuk memastikan setiap detail akomodasi dan fasilitas pendukung benar-benar siap menyambut delegasi dari berbagai daerah. Salah satu langkah itu ditempuh bersama pihak El Hotel Bandung, tempat panitia meninjau langsung kesiapan kamar, ruang pertemuan, dan fasilitas pendukung lainnya, sebuah proses kecil namun penting agar empat hari pertemuan nanti berjalan hangat dan nyaman bagi seluruh peserta.

Tim Panitia NLF, bersama perwakilan UKRI yang turut mendampingi, melakukan survei ke El Hotel Bandung untuk memastikan kesiapan akomodasi dan fasilitas pendukung kegiatan.

Begitu delegasi tiba pada 26 November, rangkaian pertemuan langsung dimulai — diisi dengan seminar dan diskusi panel kepemimpinan, jamuan makan malam bersama unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, hingga momen-momen yang membumi seperti kunjungan ke Museum Konferensi Asia Afrika dan Monumen Perjuangan Bandung. Ada pula ruang untuk berbagi: para peserta dijadwalkan mengunjungi Saung Angklung Udjo sembari menyempatkan diri dalam kegiatan bakti sosial bersama penyandang disabilitas, lanjut usia, dan anak-anak yatim di Lembang. Rangkaian ini akan resmi ditutup pada 29 November 2026, menyisakan cerita dan relasi baru yang dibawa pulang oleh setiap peserta ke daerahnya masing-masing.

Menjelang hari pelaksanaan, panitia juga telah menyepakati agenda finalisasi proposal yang akan digelar tatap muka pada hari Jumat, selepas waktu Jumatan — sebuah jeda yang dipilih agar pembahasan bisa berjalan tenang setelah ibadah, sekaligus menandai langkah terakhir sebelum rangkaian kegiatan bergulir penuh.

Menjaga Semangat Persahabatan

Satu Langkah Menuju ASEAN–Japan Youth 2027

Sebagai bagian dari keluarga besar Program Persahabatan Indonesia–Jepang, KAPPIJA21 tidak berhenti pada satu titik. Di balik layar, panitia turut menyiapkan agenda lanjutan bertajuk ASEAN–Japan Youth 2027, kelanjutan dari semangat kolaborasi pemuda lintas negara yang selama ini menjadi ciri khas organisasi. IYLA dan NLF 2026 pun menjadi semacam batu loncatan, tempat generasi muda mengasah kepemimpinan sebelum melangkah ke panggung yang lebih luas.

Panitia turut membuka pintu kerja sama bagi kampus, komunitas, maupun mitra yang ingin ambil bagian dalam mendukung suksesnya rangkaian ini. Informasi lebih lanjut dapat disampaikan melalui email resmi kappija21official@gmail.com.

×
Scroll to Top