KAPPIJA21 — Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21

logokappijabaru

Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21

KUNJUNGAN KERJA & SURVEI LOKASI · BANDUNG, JAWA BARAT

Persiapan IYLA & NLF 2026 Memasuki Tahap Akhir, Tim Panitia Matangkan Konsep Acara di Bandung

— Menjelang pelaksanaan International Youth Leadership Academy (IYLA) dan National Leader Forum (NLF) 2026, tim panitia bersama jajaran Pengurus Kappija21 melakukan kunjungan kerja sekaligus survei lokasi di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari, mulai pukul 12.00 hingga 20.30 WIB, menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan pada 26–29 November 2026 mendatang.

Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Presiden Kappija21, Dr. Sjahriati Rochmah, M.Hum., LL.M. (Kak TJ), didampingi Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Panitia IYLA 2026, Dr. Yudil Chatim, S.K.M., M.Sc. (Bang Yudil); Wakil Bendahara Umum I Kappija21, Hakimah Zakaria, S.Sos. (Kak Imma); serta Ketua Panitia NLF 2026, Erdi Herdiana, S.P. (Bang Erdi). Turut hadir pula Muhammad Rafi Nugraha, selaku Ketua Global Sinergi Lintas Generasi sekaligus anggota tim panitia, serta Khairanio dari Tim Humas Kappija21 yang mendokumentasikan jalannya kegiatan.

Tim Kappija21 di lobi Hotel Golden Flower Braga Bandung
Tim Kappija21 di lobi Hotel Golden Flower Braga Bandung usai melakukan survei lokasi.

Tim melakukan peninjauan langsung ke Hotel Golden Flower Braga Bandung sebagai salah satu opsi lokasi penyelenggaraan acara. Peninjauan meliputi ruang pertemuan, akomodasi peserta, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, tim juga melakukan survei di sekitar hotel untuk mengidentifikasi tempat-tempat potensial yang dapat digunakan untuk kegiatan outdoor dan team building.

Tim turut menyempatkan diri meninjau area restoran, sekaligus menengok ballroom yang menjadi salah satu opsi ruang utama untuk pelaksanaan acara.

Arahan Presiden Kappija21: Keamanan, Sinergi, dan Perluasan Partisipasi Jadi Prioritas

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Kak TJ, sejumlah arahan penting disampaikan terkait penyelenggaraan National Leader Forum (NLF) 2026 yang akan berlangsung pada 26–29 November 2026 mendatang. Kak TJ menekankan bahwa kegiatan ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), sehingga aspek keamanan dan kesiapan protokoler menjadi hal utama yang perlu dipersiapkan dengan matang.

"Keamanan harus diutamakan, aspek substantif dan teknis, serta pemangku kepentingan disiapkan dengan baik."

Dr. Sjahriati Rochmah, M.Hum., LL.M. — Presiden Kappija21

Lebih lanjut, draf pembahasan IYLA dan NLF juga diperluas agar tidak hanya melibatkan perwakilan dari 14 pengurus daerah Kappija21, tetapi juga menghadirkan perwakilan dari 45 universitas mitra Kappija21. Kehadiran para perwakilan universitas tersebut diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan ke depan, khususnya dalam mempersiapkan para pemimpin muda agar lebih mengetahui dan memahami perkembangan kondisi negara, serta dapat berperan aktif dalam hubungan kerja sama dengan negara sahabat maupun di kancah global.

Terkait IYLA 2026 yang akan berlangsung selama tiga bulan di bawah kepemimpinan Bang Yudil, Kak TJ mengungkapkan telah berkomunikasi dengan sejumlah perwakilan kedutaan negara sahabat, di antaranya perwakilan kedubes Iran, Palestina, dan Tiongkok, untuk mendukung program Global Voice yang akan diintegrasikan ke dalam rangkaian IYLA.

"Program ini diselaraskan sebagai bagian dari laporan Global Voice sekaligus mendukung agenda IYLA."

Dr. Sjahriati Rochmah, M.Hum., LL.M. — Presiden Kappija21

Kak TJ juga menjelaskan kolaborasi lintas organisasi yang menjadi fondasi kegiatan ini, meliputi Kappija21, Lemhannas TOT 222, Lemhannas TOT 223, Prakarsa Akademia Generasi Emas (PAGE), serta Global Sinergi Lintas Generasi yang dipimpin oleh Rafi. Sinergi tersebut diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara.

Kak TJ dan tim panitia dalam suasana diskusi
Kak TJ dan tim panitia duduk bersama, saling bertukar pikiran merumuskan strategi pelaksanaan IYLA & NLF 2026.

Selain itu, telah dilakukan penandatanganan Surat Perintah Pelaksanaan Harian (SPPH) untuk memperlancar koordinasi kegiatan IYLA antara Rafi di Bandung dan Bang Yudil di Jakarta.

Rafi bersama tim panitia dan perwakilan setempat usai penandatanganan SPPH
Rafi bersama tim panitia dan perwakilan setempat menunjukkan berkas Surat Perintah Pelaksanaan Harian (SPPH) usai ditandatangani.

Penguatan Kerja Sama dengan Berbagai Stakeholder Strategis

Dalam pemantapan konsep acara, pembahasan dan koordinasi juga diperluas untuk mencakup sinergi dengan berbagai instansi dan kementerian strategis. Stakeholders yang menjadi fokus pembahasan kerja sama dalam IYLA dan NLF saat ini meliputi:

  • Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet (Kemensesneg & Seskab)
  • Kementerian Luar Negeri (Kemenlu)
  • Kementerian Pertahanan/TNI (Kemenhan/TNI)
  • Kementerian Perdagangan (Kemendag)
  • Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)
  • Kementerian UMKM (Kemenumkm)

Diskusi juga berlangsung mengenai itinerary kegiatan. Berbagai ide diusulkan, seperti sesi pembinaan kepemimpinan dan pengembangan karakter, kegiatan sosial agar peserta dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, serta rencana menghadirkan pembicara inspiratif untuk berbagi pengalaman dan motivasi.

Mengusung Tema Besar untuk Generasi Emas 2045

IYLA & NLF 2026 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan Indonesia dalam menyiapkan generasi pemimpin muda yang berkualitas menuju Generasi Emas 2045. IYLA mengusung tema "Shaping Future Leaders Through Youth Global Synergy and Collaboration" (Membentuk Pemimpin Masa Depan Melalui Sinergi dan Kolaborasi Global Pemuda), sementara NLF mengangkat tema "Next Gen Leaders Summit 2026: Today's Heroes, Tomorrow's Global Leaders" (Pahlawan Hari Ini, Pemimpin Dunia Masa Depan).

"IYLA & NLF 2026 ini bukan sekadar acara biasa. Kami ingin menciptakan pengalaman yang berkesan dan berdampak bagi para peserta."

Hakimah Zakaria, S.Sos. (Kak Imma) — Wakil Bendahara Umum I Kappija21

"Melalui rangkaian kegiatan yang telah kami siapkan, kami berharap dapat membantu mengembangkan potensi kepemimpinan sekaligus menginspirasi mereka untuk menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing," lanjut Kak Imma.

Kegiatan ini dirancang sebagai ekosistem kepemimpinan yang mempertemukan talenta muda terbaik dari berbagai daerah untuk belajar, terhubung, berkolaborasi, mencipta, bertindak, dan memberi dampak. Konsep tersebut bertumpu pada lima pilar utama yang diterjemahkan dalam alur perjalanan peserta:

IntelligenceCharacterCompassionCollaborationContribution
LearnConnectCollaborateCreateActImpact

Rangkaian Kegiatan yang Kaya dan Bermakna

Sebagaimana diumumkan sebelumnya pada berita 4 Agustus 2026, persiapan IYLA dijadwalkan dimulai secara daring pada 20 Agustus 2026, dan rangkaian tersebut kini telah berjalan sesuai jadwal. Dalam rangkaian ini, peserta mengikuti kelas daring dan podcast yang mengangkat tema-tema kepemimpinan dan diplomasi muda, mulai dari Young Diplomats Forum, Bridge Builders Academy, Diplomacy Lab, dan Future Leaders Connect, hingga simulasi sidang PBB, ASEAN, dan G20. Rangkaian ini akan ditutup dengan penandatanganan IYLA Declaration 2026 di Bandung.

Selain persiapan umum di Bandung, progres signifikan juga dicatatkan dalam lini masa IYLA. Pembukaan IYLA Batch 2 dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026 di Studio Quickening. Selanjutnya, pada Oktober mendatang, rangkaian kegiatan offline IYLA direncanakan akan dihelat di Kantor Kementerian Luar Negeri.

Acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun; Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Santo Darmosumarto; Dubes Wening selaku Anggota Dewan Pengawas Kappija21; Dubes Abu Surobasnur; serta sejumlah perwakilan diplomat Kementerian Luar Negeri.

Sementara itu, untuk rangkaian NLF, tim panitia telah merampungkan draf susunan kegiatan selama empat hari di Bandung, yang juga mencakup rencana audiensi dan sinergi bersama pimpinan daerah Jawa Barat, yakni Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, serta Bupati Bandung Barat. Agenda selama empat hari tersebut dirancang padat dan variatif, meliputi:

  • Seminar dan diskusi panel di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI)
  • Kelas kepemimpinan dan kebangsaan di Museum dan Perpustakaan SESKOAD
  • Jamuan malam bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate/Gedung Pakuan
  • Kunjungan wisata sejarah ke Museum Konferensi Asia Afrika

Puncak rangkaian berupa kunjungan ke Saung Angklung Udjo yang dipadukan dengan bakti sosial bersama YPAC, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan anak-anak yatim di Lembang.

Diskusi Kak TJ dan Bang Yudil merumuskan strategi IYLA dan NLF 2026
Kak TJ dan Bang Yudil berdiskusi hangat, membahas berbagai hal untuk mematangkan pelaksanaan IYLA & NLF 2026.

"Kami sangat antusias dengan kemajuan persiapan IYLA & NLF 2026 sejauh ini," tambah Bang Yudil. "Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan 45 universitas mitra dan kementerian terkait, kami yakin acara ini akan menjadi milestone penting dalam perjalanan Kappija21."

Menuju Kepemimpinan yang Berkelanjutan

Sejalan dengan visi nasional "Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045" dan agenda Asta Cita, IYLA & NLF 2026 diarahkan untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, berwawasan global, dan siap berkontribusi bagi bangsa. Keberlanjutan program pun dijaga melalui pembentukan NLF Young Leaders Network, wadah bagi peserta untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kontribusi sosial setelah kegiatan berakhir.

Kegiatan ini juga menjadi batu loncatan menuju agenda lanjutan bertajuk ASEAN–Japan Youth 2027, sebagai kelanjutan dari semangat kolaborasi pemuda lintas negara yang menjadi ciri khas Kappija21. Dengan seluruh persiapan yang terus dimatangkan, IYLA & NLF 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda.

IYLA & NLF 2026
26–29 November 2026 · Bandung
"Bersama membangun generasi pemimpin baru untuk Indonesia dan dunia."
Scroll to Top