KAPPIJA21 — Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21
Bandung, 25 Agustus 2026 — Menjelang pelaksanaan International Youth Leadership Academy (IYLA) dan National Leader Forum (NLF) 2026, tim panitia bersama jajaran Pengurus Kappija21 melakukan kunjungan kerja sekaligus survei lokasi di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung sepanjang hari, dari pukul 12.00 hingga 20.30 WIB, menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju hari pelaksanaan pada 26–29 November 2026 mendatang.
Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Presiden Kappija21, Dr. Sjahriati Rochmah, M.Hum., LL.M. (Kak TJ), didampingi oleh Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Panitia IYLA 2026, Dr. Yudil Chatim, S.K.M., M.Sc. (Bang Yudil), Wakil Bendahara Umum 1 Kappija21, Hakimah Zakaria, S.Sos. (Kak Imma), dan Ketua Panitia NLF 2026, Erdi Herdiana, S.P. (Bang Erdi). Turut hadir pula anggota tim panitia, Rafi, serta Khairanio dari Tim Humas Kappija21 yang mendokumentasikan jalannya kegiatan.

Tim melakukan peninjauan langsung di Hotel Golden Flower Braga Bandung sebagai salah satu opsi lokasi penyelenggaraan acara, mulai dari ruang pertemuan, akomodasi peserta, hingga fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, tim juga melakukan survei di sekitar hotel untuk mengidentifikasi tempat-tempat potensial bagi kegiatan outdoor dan team building.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Kak TJ, sejumlah arahan penting disampaikan terkait penyelenggaraan National Leader Forum (NLF) 2026 yang akan berlangsung pada 26–29 November 2026 mendatang. Kak TJ menekankan bahwa kegiatan ini akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), sehingga aspek keamanan dan kesiapan protokoler menjadi hal utama yang harus dipersiapkan dengan matang.

"Keamanan harus diutamakan, aspek substantif dan teknis, serta pemangku kepentingan disiapkan dengan baik."
Dr. Sjahriati Rochmah, M.Hum., LL.M. — Presiden Kappija21Lebih lanjut, draf pembahasan IYLA dan NLF juga diperluas agar tidak hanya melibatkan perwakilan dari 14 pengurus daerah Kappija21 saja. Kegiatan ini direncanakan turut dihadiri oleh perwakilan dari 45 universitas mitra KAPIZA. Kehadiran para perwakilan universitas ini diharapkan mampu memperkuat kepemimpinan ke depan, khususnya dalam mempersiapkan para pemimpin muda agar lebih mengetahui dan memahami perkembangan kondisi negara, serta dapat berperan aktif dalam hubungan kerja sama dengan negara sahabat maupun di kancah global.
Terkait IYLA 2026 yang akan berlangsung selama tiga bulan di bawah kepemimpinan Bang Yudil, Kak TJ mengungkapkan telah berkomunikasi dengan sejumlah perwakilan kedutaan negara sahabat, di antaranya perwakilan konsuler Iran, Palestina, dan Tiongkok, untuk mendukung program Global Voice yang akan diintegrasikan ke dalam rangkaian IYLA. "Program ini diselaraskan sebagai bagian dari laporan Global Voice sekaligus mendukung agenda IYLA," ujarnya.
Kak TJ juga menjelaskan kolaborasi lintas organisasi yang menjadi fondasi kegiatan ini, yang melibatkan Kappija21, Lemhannas TOT 222, Lemhannas TOT 223, Prakarsa Akademia Generasi Emas (PAGE), serta Global Sinergi Lintas Generasi yang dipimpin oleh Rafi. Sinergi ini diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara.
Selain itu, Kak TJ menyampaikan rencana penerbitan Surat Perintah Pelaksanaan Harian (SPPH) untuk memperlancar koordinasi kegiatan sinergi antarorganisasi. Kak TJ turut menyampaikan apresiasi kepada Rafi yang baru saja mengikuti proses wawancara di Kedutaan Besar Jepang, dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kappija21, Taruli Sonya Magdalena (Kak Inyo), sebagai wujud nyata sinergi organisasi.

Dalam pemantapan konsep acara ini, pembahasan dan koordinasi juga diperluas mencakup sinergi dengan berbagai instansi dan kementerian strategis. Stakeholder yang menjadi fokus pembahasan kerja sama pada IYLA dan NLF saat ini meliputi:
Diskusi juga berlangsung hangat mengenai itinerary kegiatan. Berbagai ide menarik diusulkan, seperti sesi pembinaan kepemimpinan dan pengembangan karakter, kegiatan sosial agar peserta dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, serta rencana untuk menghadirkan pembicara inspiratif berbagi pengalaman dan motivasi.
IYLA & NLF 2026 hadir sebagai jawaban atas kebutuhan Indonesia dalam menyiapkan generasi pemimpin muda yang berkualitas menuju Generasi Emas 2045. IYLA mengusung tema "Shaping Future Leaders Through Youth Global Synergy and Collaboration" (Membentuk Pemimpin Masa Depan Melalui Sinergi dan Kolaborasi Global Pemuda), sementara NLF mengangkat tema "Next Gen Leaders Summit 2026: Today's Heroes, Tomorrow's Global Leaders" (Pahlawan Hari Ini, Pemimpin Dunia Masa Depan).
"IYLA & NLF 2026 ini bukan sekadar acara biasa. Kami ingin menciptakan pengalaman yang berkesan dan berdampak bagi para peserta."
Hakimah Zakaria, S.Sos. (Kak Imma) — Wakil Bendahara Umum 1 Kappija21"Melalui rangkaian kegiatan yang telah kami siapkan, kami berharap dapat membantu mengembangkan potensi kepemimpinan sekaligus menginspirasi mereka untuk menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing," lanjut Kak Imma.
Kegiatan ini dirancang sebagai ekosistem kepemimpinan yang mempertemukan talenta muda terbaik dari berbagai daerah untuk belajar, terhubung, berkolaborasi, mencipta, dan bertindak. Konsepnya bertumpu pada lima pilar utama yang diterjemahkan dalam alur perjalanan peserta:
Sebagaimana diumumkan sebelumnya pada berita 4 Agustus 2026, persiapan IYLA telah dimulai secara daring sejak 20 Agustus 2026. Dalam rangkaian ini, peserta mengikuti kelas daring dan podcast yang mengangkat tema-tema kepemimpinan dan diplomasi muda, mulai dari Young Diplomats Forum, Bridge Builders Academy, Diplomacy Lab, Future Leaders Connect, hingga simulasi sidang PBB, ASEAN, dan G20. Rangkaian ini akan ditutup dengan penandatanganan IYLA Declaration 2026 di Bandung.
Selain persiapan umum di Bandung, progres signifikan juga dicatatkan dalam lini masa IYLA. Pembukaan IYLA Batch 2 dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026 di Studio Quickening. Selanjutnya, pada bulan Oktober mendatang, rangkaian kegiatan offline IYLA direncanakan akan dihelat di Kantor Kementerian Luar Negeri.
Acara tersebut rencananya akan dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok, Bapak Djauhari Oratmangun; Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Bapak Santo Darmosumarto; Dubes Wening selaku Anggota Dewan Kappija21; Dubes Abu Surobasnur; serta sejumlah perwakilan diplomat Kementerian Luar Negeri.
Sementara itu, untuk rangkaian NLF, tim panitia telah merampungkan draf susunan kegiatan selama empat hari di Bandung, yang juga mencakup rencana audiensi dan sinergi bersama pimpinan daerah Jawa Barat, yakni Gubernur Jawa Barat, Walikota Bandung, serta Bupati Bandung Barat. Agenda selama empat hari tersebut dirancang padat dan variatif:
Puncak rangkaian berupa kunjungan ke Saung Angklung Udjo yang dipadukan dengan bakti sosial bersama YPAC, penyandang disabilitas, lanjut usia, dan anak-anak yatim di Lembang.

"Kami sangat antusias dengan kemajuan persiapan IYLA & NLF 2026 sejauh ini," tambah Bang Yudil. "Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan 45 universitas mitra dan kementerian terkait, kami yakin acara ini akan menjadi milestone penting dalam perjalanan Kappija21."
Sejalan dengan visi nasional "Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045" dan agenda Asta Cita, IYLA & NLF 2026 diarahkan untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, berwawasan global, dan siap berkontribusi bagi bangsa. Keberlanjutan program pun dijaga melalui pembentukan NLF Young Leaders Network, wadah bagi peserta untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kontribusi sosial setelah kegiatan berakhir.
Kegiatan ini juga menjadi batu loncatan menuju agenda lanjutan bertajuk ASEAN–Japan Youth 2027, sebagai kelanjutan dari semangat kolaborasi pemuda lintas negara yang menjadi ciri khas Kappija21.