KAPPIJA21 — Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21

logokappijabaru

Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia–Jepang Abad 21

IYLA Batch 2 Resmi Diluncurkan: 12 Sesi Menuju Pemimpin Global

JAKARTA — Bayangkan ratusan anak muda dari Sabang sampai Merauke — dan beberapa dari luar negeri — duduk di depan layar pada Senin sore, 31 Agustus 2026, bukan untuk kelas biasa, tetapi untuk mendengar langsung dari diplomat, pejabat kementerian, dan pakar pertahanan nasional. Itulah yang terjadi di sesi panel daring International Youth Leadership Academy (IYLA) dan National Leader Forum (NLF) 2026 Batch 2 — diikuti lebih dari 100 partisipan melalui Zoom. Temanya bukan sekadar jargon: "Menguatkan Global Voice Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045" — sebuah ajakan serius untuk bertanya, siapkah kita jadi bagian dari perubahan itu?

Para narasumber IYLA & NLF 2026 di Studio IBI KKG, Sunter
Para narasumber IYLA & NLF 2026 di Studio IBI KKG, Sunter. Peserta lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom.

Acara berlangsung mulai pukul 15.30 WIB, dibuka oleh moderator Dr. Imam Nuraryo, M.A. (Comms.), dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama. Pukul 16.00, moderator membacakan doa pembuka dan memperkenalkan para panelis sebelum sesi utama dimulai. Diskusi dan tanya jawab berlangsung pukul 17.00, dan seluruh rangkaian ditutup dengan foto bersama pukul 17.30.

Pesan Presiden Kappija21: Menyongsong Indonesia Emas 2045

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Sjahriati Rochmah, S.H., M.Hum., LLM — Presiden Kappija21, Staf Ahli Polhankam Kemensetneg RI, sekaligus Ketua ToT Lemhanas 223. Di hadapan perwakilan duta besar negara sahabat, unsur Kemensetneg, Kemenlu, Kemendag, alumni Lemhannas Angkatan 222 & 223, serta jaringan generasi emas, beliau menegaskan bahwa tahun 2045 bukan sekadar angka, melainkan sebuah janji kemerdekaan.

Youth Future Leader and Global Voice

Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya membangun Global Voice — sebagai suara dan harapan negara sahabat kepada Indonesia, sekaligus pengingat agar para pemimpin muda dunia selalu berpegang pada prinsip "be the bridge, not the wall" (menjadi jembatan, bukan tembok pemisah).

1. Kepemimpinan Moral Menjadi penengah yang bijak, pembawa perdamaian, dan penjaga keberagaman di tengah dunia yang retak oleh konflik.
2. Kepemimpinan Inovasi Menjadi pencipta teknologi berkeadilan di era AI dan krisis iklim, bukan sekadar menjadi pengguna.
3. Kepemimpinan Kolaborasi Menyadari bahwa Indonesia yang kuat berarti ASEAN kuat, Asia kuat, dan dunia jauh lebih stabil.

Tiga Pesan Utama untuk Generasi Muda:

  • Perkuat Akar Identitas Pancasila: Kuatkan jati diri, sejarah, dan nilai-nilai bangsa dari dalam sebelum melangkah mendengarkan dunia.
  • Perluas Wawasan Global: Pahami harapan dan perspektif bangsa sahabat, serta adaptasikan kemajuan global untuk kemaslahatan Indonesia.
  • Lakukan Aksi Nyata untuk Masa Depan: Ukur kepemimpinan bukan dari banyaknya forum yang dihadiri, melainkan dari seberapa banyak masalah yang diselesaikan mulai dari desa, kampus, hingga komunitas.
Dr. Sjahriati Rochmah, S.H., M.Hum., LLM
"The future does not belong to those who wait for it. The future belongs to those who shape it."
— Dr. Sjahriati Rochmah, S.H., M.Hum., LLM
Presiden Kappija21 / Ketua Alumni PPNK 223 Lemhannas RI
Briefing persiapan podcast di kantor IBI KKG
Briefing persiapan di kantor IBI KKG.
Pengecekan studio sebelum podcast dimulai
Pengecekan studio sebelum podcast dimulai.
Suasana podcast IYLA 2026 di Studio IBI KKG
Suasana di dalam studio saat podcast berlangsung.

IYLA 2026: Bukan Sekadar Acara, Tapi Gerakan

Selaku Ketua Pelaksana, Yudil Chatim, SKM., M.Ed. menyampaikan bahwa IYLA 2026 lahir dari kolaborasi Konsorsium 5 — Kappija21, Lemhannas Angkatan 222 dan 223, Yayasan Sinergi Global Lintas Generasi, serta Yayasan Prakarsa Akademia Generasi Emas (PAGE). Program ini sudah berjalan sejak 30 Agustus 2026 lewat Kelas Online dan Podcast Young Diplomats Forum.

Puncak rangkaian berlangsung pada 26–29 November 2026 di Bandung — melibatkan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Museum & Perpustakaan Virajati Seskoad, Gedung Sate, hingga Saung Angklung Udjo, serta ditutup dengan penandatanganan IYLA Declaration 2026.

"Pemimpin masa depan lahir bukan dari kemewahan, tetapi dari keberanian untuk melangkah, belajar dari kegagalan, dan terus memberikan manfaat bagi sesama."
— Yudil Chatim, SKM., M.Ed. | Ketua Pelaksana IYLA 2026

Dunia Sedang Berubah — dan Kamu Harus Tahu

Saud S.S. Siringoringo dari Direktorat Asia Timur, Kemenlu RI, membawakan sesi "Indonesia's Diplomacy in a Changing World" dengan pesan pembuka yang kuat:

"How strange our world has become! Fragmentation, fragmentation everywhere."
— Saud S.S. Siringoringo, Kemenlu RI
Lebih dari 100 partisipan mengikuti podcast IYLA NLF 2026 melalui Zoom
Lebih dari 100 partisipan mengikuti forum secara daring melalui Zoom — tampak slide materi Saud S.S. Siringoringo.

1. Dunia Baru yang Multiplex dan Transaksional

Dunia kini bergerak dengan banyak pusat kekuasaan dan kerja sama antarnegara yang makin transaksional. Kompetisi makin tajam, kepercayaan antarnegara makin tipis.

2. Ketahanan Dinamis: Kebijakan Luar Negeri Dimulai dari Dalam

📄 Dari Materi Presentasi Saud S.S. Siringoringo
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan prinsip: "foreign policy begins at home" — kekuatan luar bergantung pada ketahanan di dalam negeri.
  • Politik luar negeri bebas-aktif harus adaptif memperkuat ketahanan nasional dan kemampuan menentukan arah sendiri.

3. Mempererat Kemitraan di Asia Timur

Indonesia aktif memperkuat posisi strategis melalui kemitraan komprehensif dengan Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Slide Kemitraan Strategis di Asia Timur — Saud S.S. Siringoringo
Saud S.S. Siringoringo, Kemenlu RI — Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia dengan Tiongkok, Jepang, dan Korsel

4. Tiga Pesan Kunci untuk Anak Muda

📄 Pesan Kunci Kemenlu RI
  • Terus upgrade diri — hadapi masa depan dengan kecerdasan dan taktik yang lebih matang.
  • Bangun kesadaran dan empati — jadilah pemain yang cerdas sekaligus berempati terhadap situasi global.
  • Jadi jembatan, bukan tembok — buka diri terhadap nilai dan peradaban lain untuk maju bersama.

Negara Tidak Perang, Tapi Apakah Kita Aman?

Dr. Widiyarini, M.M., M.T. membuka sesinya dengan menekankan bahwa ancaman modern tidak selalu datang dengan seragam militer, melainkan lewat disinformasi, siber, hingga krisis energi dan iklim.

🌐
GeopolitikRivalitas kekuatan
⚙️
Siber & AIRisiko teknologi strategis
📢
DisinformasiManipulasi opini publik
Krisis IklimTekanan rantai pasok

Melalui kerangka 5C (Character, Critical Thinking, Collaboration, Crisis Readiness, Contribution), Lemhannas RI mendidik pemuda untuk menjadi arsitek aktif ketahanan bangsa.

Slide Pemuda sebagai Arsitek Ketahanan Bangsa — Dr. Widiyarini
Dr. Widiyarini, M.M., M.T. — Pemuda sebagai Arsitek Ketahanan Bangsa: Kerangka 5C

Ekspor, FTA, dan Kenapa Kamu Perlu Peduli

Ari Satria, S.E., M.A. dari Kemendag RI memaparkan bahwa di balik produk Indonesia di pasar global, ada negosiasi perjanjian perdagangan bebas (FTA/CEPA) yang diperjuangkan. Dengan 25 perjanjian yang telah berlaku dan 33 Perwadag di luar negeri, Indonesia terus membuka akses pasar internasional seluas-luasnya bagi eksportir muda.

25
FTA/CEPA Berlaku
2
Ratifikasi
13
Perundingan
33
Negara Perwadag
Slide Perdagangan Global — Ari Satria, Kemendag RI
Ari Satria, S.E., M.A., Kemendag RI — Rebound perdagangan global dan pertumbuhan FTA dunia

Tanya Jawab & Penutup

Dipandu oleh Dr. Imam Nuraryo, M.A., sesi tanya jawab berlangsung interaktif membahas ekosistem pendidikan global, penguasaan bahasa asing, hingga peluang karir internasional. Acara ditutup dengan foto bersama dan kabar gembira mengenai disposisi Menteri Perdagangan untuk keynote speech di UKRI Bandung pada November mendatang.

Foto bersama jajaran Rektorat IBI KKG
Foto bersama penutup rangkaian acara — Pimpinan IBI KKG, Kemendag, Kemenlu, Lemhannas, dan Kappija21.

Profil Narasumber & Pimpinan

Dr. Sjahriati Rochmah

Dr. Sjahriati Rochmah, S.H., M.Hum., LLM

Staf Ahli Polhankam Kemensetneg RI & Presiden Kappija21, Ketua ToT Lemhanas 223

Yudil

Yudil Chatim, SKM., M.Ed.

Atase Pendidikan RI di Beijing, Tiongkok (2022–2026) & Plt. Ketua Global Sinergi Lintas Generasi

Imam

Dr. Imam Nuraryo, M.A. (Comms.)

Kepala LPPM IBIKKG & Ketua Prakarsa Academia Generasi Emas

Widiyarini

Dr. Widiyarini, M.M., M.T.

Ketua Alumni 222 TOT PPNK Lemhanas, Dosen Unindra

Ari

Ari Satria, S.E., M.A.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa & Produk Kreatif, Kemendag RI

Saud

Saud S.S. Siringoringo

Direktorat Asia Timur, Kementerian Luar Negeri RI

© 2026 Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang Abad ke-21 (Kappija21). Seluruh Hak Cipta Dilindungi.
Scroll to Top